Jurnal Hari Ini
" Daftar peristiwa penting hari ini, tugas Sekolah, dll. "
Rabu, 27 Agustus 2014
Rabu, 10 Juli 2013
Intermezzo
PKL
(Pedagang Kaki Lima)
Suatu hari ada perdebatan antara Penjual Bakso dan Penjual Mie Ayam tentang adanya kebijakan Pemerintah tentang penertiban PKL.
Penjual Bakso : Hmmm,,, Sekarang hidup makin susah aja, apalagi kabarnya disini mau ada penertiban PKL.
Penjual Mie Ayam : Iya ya... Pemerintah semakin tidak adil. apalagi tindakan penertiban SatPol PP yang semena - mena menertibkan PKL.
Penjual Bakso : Ah... aku mau pulang aja lah.. takut kalo ada penertiban lagi,,, bisa - bisa aku merugi terus bangkrut... Aku saranin kamu ngikut aku aja,,, daripada lapakmu digusur sama SatPol PP.
Penjual Mie Ayam : Kamu duluan aja... aku gak takut sama SatPol PP itu, wong aku juga gak salah to...SatPol PP kan nertibin Pedagang Kaki Lima... Sedangkam gerobakku aja kakinya ada 4, ditambah kaki punyaku, belum lagi kalo ada pembelinya...
Penjual Bakso : ????!!!!!
Jumat, 14 Juni 2013
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PENGAMATAN SISTEM KOLOID DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
PENGAMATAN
SISTEM KOLOID
DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Oleh :
Irvan
Aley Al Ahmad
XI IPA
1
SMA
NEGERI 1 NGLUWAR
TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
STANDAR
KOMPETENSI : Menjelaskan sistem dan
sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
KOMPETISI
DASAR : Mengelompokkan
sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
I.
TUJAN
PENGAMATAN
Mempelajari beberapa jenis campuran.
II.
LANDASAN
TEORI
Jika garam dapur ke dalam air, molekul garam dapur segera
larut dan terbentuklah suatu larutan yang jernih dan bila tepung kanji
dicampurkan dengan air, ternyata tepung larut, tetapi larutan itu tidak bening
melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak
dapat disaring (hasil penyaringan tetap keruh). Lain lagi jika tepung beras di
campur dengan air, ternyata tepung beras tidak dapat larut. Walaupun campuran
diaduk, lambat laun teepung beras akan memisah (mengendap).
Jika garam dapur dicampurkan dalam air, terbentuklah suatu
larutan yang jernih. Ukuran partikel garam dapur dalam larutan lebih kecil dari
10-7 cm dan tidak dapat dipisahkan dari air dengan cara penyaringan.
Jika tepung beras dicampurkan dengan air, tepung beras dan air akan memisah
ketika campuran itu didiamkan. Campuran semacam itu disebut suspensi. Partikel
tepung beras berukuran lebih besar dari 10-5 cm, dan dapat
dipisahkan dengan cara penyaringan. Diantara kedua sistem di atas ( antara
suspensi dan larutan ), terdapat sistem koloid. Contohnya, yaitu jika tepung
kanji dicampurkan dengan air.
Istilah Koloid diusulkan oleh Thomas Graham dari Inggris pada
tahun 1861.
Graham mengamati bahwa zat seperti kanji, gelatin, getah, dan albumin
berdifusi sangat lambat dan tidak menembus membran tertentu. Kelompok ini yang
dinamainya koloid, yang berarti seperti lem ( bahasa Yunani , Kolla=lem
dan oidos=seperti).
Saat ini koloid dipakai untuk menyatakan ukuran partikel
serta sistem campuran. Partikel-partikel suatu zat dikatakan berukuran koloid
apabila berdiameter antara 10-5 sampai 10-7 cm. Yang disebut sistem koloid adalah
suatu campuran zat dimana suatu zat tersebar merata dengan berukuran koloid
dalam suatu zat lain.
Sebagaimana halnya larutan yang tersusun dari zat terlarut dan pelarut,
maka sistem koloid juga tersusun dari dua kompoen, yaitu fase terdispersi dan
fase pendispersi, yaitu zat medium tempat partikel-partikel itu tersebar.
Perbandingan sifat Larutan, Koloid, dan Suspensi
|
Larutan
(Dispersi
Molekuler)
|
Koloid
(Dispesi
Koloid)
|
Suspensi
(Dispersi
Kasar)
|
|
Contoh : Laarutan garam
dapur dalam air
|
Contoh : Campuran tepung
kanji dengn air
|
Contoh : Campuran tepung
beras
|
|
1.
Homogen, tak
dapat dibedakan walupun menggunakan mikroskop ultra.
|
1.
Secara
makroskopis bersifat homogen tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop
ultra
|
1. Heterogen
|
|
2.
Semua partikel
berdimensi (panjang, lebar atau tebal) kurang dari 1 nm
|
2. Partikel
berdimensi antara 1 nm sampai 100nm
|
2. Salah satu atau semua dimensi partikelnya
lebih besar dari 100 nm
|
|
3.
Satu fase
|
3. Dua fase
|
3. Dua fase
|
|
4.
Stabil
|
4. Pada
umumnya stabil
|
4. Tidak stabil
|
|
5.
Tidak dapat
disaring.
|
5. Tidak dapat disaring kecuali dengan
penyaring ultra.
|
5. Dapat disaring.
|
III.
ALAT
DAN BAHAN
ALAT
A. Gelas Kimia 100 ml ( bisa diganti
gelas air mineral)
B. Corong
C. Kertas saring ( bisa diganti penyaring
biasa)
D. Pengaduk
BAHAN
A. Gula Pasir
B. Garam
C. Terigu
D. Susu Instan (kental manis)
E. Urea
F. Sabun
G. Pasir
H. Air
IV.
CARA
KERJA
1. Isilah 6 gelas dengan 50 ml air
2. Masing-masing gelas ditambahkan :
-
1
sendok gula pasir dalam gelas 1.
-
1
sendok garam dalam gelas 2
-
1
sendok terigu dalam gelas 3
-
1
sendok susu instan dalam gelas 4
-
1
sendok urea dalam gelas 5
-
1
sendok sabun dalam gelas 6
-
1
sendok pasir dalam gelas 7
3. Aduklah setiap campuran. Perhatikan
apakah zat yang dicampurkan larut atau
tidak.
4. Diamkan campuran tersebut. Catat
apakah campuran itu stabil atau tidak stabil,
bening atau keruh.
5. Saringlah setiapn campuran. Catat
manakah yang meninggalkan residu dan apakah
hasil penyaringan bening atau keruh.
V.
HASIL
PENGAMATAN
|
NO
|
CAMPURAN AIR
DENGAN
|
SIFAT
CAMPURAN
|
|||||
|
Kelarutan
|
Kestabilan
|
Bening/Keruh
|
Residu
|
Filtrat
|
Bening/Keruh
|
||
|
1.
|
Gula Pasir
|
Larut
|
Stabil
|
Bening
|
Tidak
|
Tidak
|
Bening
|
|
2.
|
Garam
|
Larut
|
Stabil
|
Bening
|
Tidak
|
Tidak
|
Bening
|
|
3.
|
Terigu
|
Larut
|
Tidak Stabil
|
Keruh
|
Tidak
|
Tidak
|
Keruh
|
|
4.
|
Susu
|
Larut
|
Stabil
|
Keruh
|
Tidak
|
Tidak
|
Keruh
|
|
5.
|
Urea
|
Larut
|
Stabil
|
Bening
|
Tidak
|
Tidak
|
Bening
|
|
6.
|
Sabun
|
Larut
|
Tidak Stabil
|
Keruh
|
Ya
|
Ya
|
Keruh
|
|
7.
|
Pasir
|
Tidak Larut
|
Tidak Stabil
|
Keruh
|
Ya
|
Ya
|
Keruh
|
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, maka bahan-bahan diatas
digolongkan menjadi :
-
Koloid,
yaitu : Susu dan Urea.
-
Suspensi,
yaitu : Terigu, Pasir, dan
Sabun (deterjen).
-
Larutan,
yaitu : Garam dan Gula Pasir.
Rabu, 01 Mei 2013
Selamat Jalan Ustadz Jefri
Jefri Al Buchori
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jeffry Al Buchori | |
| Lahir | 12 April 1973 |
|---|---|
| Meninggal | 26 April 2013 (umur 40) |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Nama panggilan | Uje (Azzizah Ika) |
| Pekerjaan | Penceramah, penyanyi salawat |
| Agama | Islam |
| Pasangan | Pipik Dian Irawati Popon |
| Anak | Adiba Khanza Az-Zahra Mohammad Abidzar Al-Ghifari Ayla Azuhro |
| Orang tua | H. Ismail Modal Dra. Hj. Tatu Mulyana |
Jefri Al Buchori atau lebih dikenal sebagai Ustad Uje (lahir di Jakarta, 12 April 1973 – meninggal di Jakarta, 26 April 2013 pada umur 40 tahun) adalah seorang pendakwah (ustad), penari, penyanyi, dan pemain film (aktor) dari Indonesia.
Jefri, lahir di Jakarta adalah anak ketiga dari Ayah, Ismail Modal (alm) dan Ibu, Tatu Mulyana. Berdasarkan wawancaranya dengan Gatra, masa kecilnya dihabiskan di daerah Pangeran Jayakarta dimana lingkungan sekitarnya terdapat banyak bar dan diskotek. Jefri tidak pernah merasakan kelas 4 sekolah dasar karena pada saat bersekolah di SD 07 Karang Anyar, ia lompat kelas dari kelas 3 ke kelas 5.Sejak kecil ia telah menunjukkan ketertarikan pada mata pelajaran agama dan kesenian. Setamat SD, Jefri dan kedua kakaknya bersekolah di Pesantren modern di Daar el Qolam Gintung,Balaraja, Tangerang namun ia hanya mengikuti pendidikan selama empat tahun dari enam tahun syarat lulus dan pindah sekolah ke Madrasah Aliyah karena perilaku yang tidak terpuji. Sejak kecil Jefri telah menunjukkan bakat untuk tampil dengan meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) hingga tingkat provinsi.
Pendidikan dan kehidupan pribadi
Masa mudanya kerap diidentikkan dengan narkoba, disko, dan bermain bola bilyar."Gueitu dulu dutanya setan di dunia" - pengakuannya pada saat wawancara.Selepas Madrasah (setingkat SMA) ia melanjutkan pada akademi Broadcasting di Rawamangun, Jakarta - namun tidak selesai kuliah dikarenakan lebih mementingkan bermain bilyar.
Sebagai pecandu narkoba, Jefri bertemu dengan Pipik Dian Irawati yang dikenal sebagai model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah dan menikah siri pada 7 September 1999. Pernikahan ini kemudian diresmikan di Semarangdua bulan kemudian.Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.
Meninggal dunia
Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong.Selanjutnya, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tengsin, Jakarta Pusat setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Istiqlal.Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah,Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.
Karir
Aktor dan penari
Karir sebagai aktor bermula dari kegemaran Jefri menyambangi Institut Kesenian Jakarta dan mengikuti hingga menggantikan pemain sinetron yang sedang latihan, sampai akhirnya mengikuti pemilihan pemain dan mendapat peran.Ia juga menjadi penari di sebuah kelab malam. Pada tahun 1991 Jefri mendapatkan peran pada sinetron Pendekar Halilintar di TVRI, dan pada tahun 1991 terpilih sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja Sayap Patah yang ditayangkan TVRI.
Penceramah, trend busana, dan penyanyi
Sementara karir di bidang dakwahnya dimulai pada tahun 2000 saat menggantikan kakaknya yang menjadi imam di sebuah masjid di Singapura. Pekerjaan kakaknya untuk memberikan khotbah di masjid-masjid dekat rumah di wilayah Pangeran Jayakarta, Jakartadiberikan pada Jefri. Pertama kali menerima honor dari pekerjaan mendakwah berasal dari sebuah masjid di bilangan Mangga Duasebesar 35 ribu rupiah. Pada satu kesempatan saat menjadi imam, jamaah masjid bubar menolak dipimpin oleh "tukang mabok".
Jefri sebagai pendakwah mulai dikenal orang secara luas pada tahun 2002 untuk ceramah dan doa dalam acara "Salam Sahur (Salsa)" di TV7, dan dikontrak untuk acara yang sama pada tahun berikutnya. Pada tahun 2004 ia mengisi acara Tausiah di TPI dan tujuh episode acara "Kumis Remaja" setiap Minggu pagi.
Pada awalnya Jefri sempat berpakaian gamis panjang lengkap dengan sorban, namun menggantinya karena berpikir bahwa segmennyaremaja dan tidak cocok untuk pakaian tersebut. Jefri pun populer dengan baju koko nya dan menjadi merek dagang umum sebagai daya jual pedagang untuk mempopulerkan baju tersebut.
Pada tahun 2005 kegiatan ceramahnya mencapai tiga sampai empat kali dalam sehari dan pengajian rutin "I Like Monday" di rumahnya dengan jemaah tetap.Di tahun yang sama ia diminta memberikan ceramah di Istana Negara dimana salah satu penggemarnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Juga di tahun 2005 Jefri meluncurkan album rohani "Lahir Kembali" yang komersial, kemudian pada tahun 2006 ia meluncurkan album keduanya "Shalawat" dimana ia berduet dengan istrinya Pipik Dian Irawati dalam dua lagu; "Shalawat Badar" dan "Thola`al Badru". Pada tahun 2007 Jefri juga pernah berkolaborasi dalam lmini album Ungu (yang hanya berisi lima lagu) "Para Pencari-Mu" dalam lagu "Surga Hati". Pada tahun 2009 ia tampil langsung berduet pada Tabligh Akbar dan Konser Musik Religi Ungu di Cilegon, Jawa Barat yang dihadiri ribuan penonton.
Langganan:
Komentar
(
Atom
)

